Iman tak dapat diwarisi

Iman adalah mutiara
Di dalam hari manusia
Yang menyakini Allah
Maha Esa Maha Kuasa

Tanpamu iman bagaimanalah
Merasa diri hamba padaNya
Tanpamu iman bagimanalah
Menjadi hamba Allah yang bertaqwa

Iman tak dapat diwarisi
Dari seorang ayah yang bertaqwa
Ia tak dapat dijual beli
Ia tiada di tepian pantai

Walau apapun caranya jua
Engkau mendaki gunung yang tinggi
Engkau merentas lautan api
Namun tak dapat jua dimiliki
Jika tidak kembali pada Allah

Seperti itulah kiranya gambaran tentang makna keimanan. Ambilah contoh kecil di lingkungan sekitar kita. Seorang ayah yang dengan zuhudnya menjalani hidup, begitu ikhlasnya mengarungi kehidupan, begitu sabarnya menapaki jalan kehidupan, begitu dekatnya dia dengan yang memberinya kehidupan, tapi siapa yang bisa menjamin kalau keturunannya akan mewarisi sifat dan perilaku si ayah tersebut? Tidak ada bukan? dan begitu juga sebaliknya, seorang anak yang tumbuh di lingkungan yang serba tidak baik, justru dia dapat hidup dengan baik, dekat dengan sang penciptanya…

Begitulah keimanan, tak dapat diwarisi oleh siapapun, sekalipun ada hubungan darah yang begitu erat. Iman yang membentuk adalah diri kita sendiri. Iman akan Alloh akan mengantarkan kita pada kebaikan, kebaikan yang akan membawa kita pada akhir yang membahagiakan.

Saudaraku, mudah-mudahan Alloh senantiasa memberikan kebaikan dalam setiap hidup kita, meneguhkan keimanan dalam diri kita sampai Alloh memanggil kita.

Lost Story: “Harus kuberi judul apa…..

Hampir 3 tahun sudah aku berada di tempat ini. Tempat yang nampak begitu megah dan indah dari luar, tapi sebenarnya menyimpan begitu banyak dilema yang menggunung tinggi, bak gunung himayala. Aku sangat ingat, dan memori di otakku ini masih menyimpan rapi peristiwa-demi peristiwa yang terangkai di awal-awal aku menjejakkan kakiku di tempat ini. Rasa sakit yang begitu lekat membebaniku, yang merobek keyakinanku tentang hakikat indahnya persaudaraan. Tak pernah sekalipun aku mengerti tentang indahnya persaudaraan di tempat ini. Awal yang benar-benar menyedihkan bagiku, di mana aku harus terbuang ke tempat yang menurutku salah. Salah besar, sedangkan mimpiku harus ku buang jauh-jauh ke awan sementara mimpiku tengah berada dalam genggaman tanganku. Duh Gusti, Engkau maha mengetahui segalanya. Bahkan detail setiap sudut kehidupanku, Engkau pasti berikan rahasia terbaik di dalamnya. Aku ingat jelas, saat seorang yang menganggap dirinya sok senior itu mengatakan kalimat yang membuat aku benar-benar terobek-robek. Aku diperlakukan layaknya orang asing meskipun sudah hampir 1 tahun aku berada di tempat ini. Yah….sebuah tempat yang seharusnya dijadikan ladang amal untuk saling bertukar ilmu pengetahuan dengan anak-anak, tempat yang seharusnya menjadi syurga bagi malaikat-malaikat kecil yang berhati polos, dan tempat yang seharusnya menjadi sumber kekuatan terbesar bagi par oknum-oknum yang terlibat di dalamnya. Tapi, semuanya omong kosong. Yang ku lihat disini hanyalah sosok-sosok manusia bermuka dua, yang tak pernah bisa dan mau mencerna apa hakikat dari tugas yang diembannya di tempat ini. Yang kulihat setiap detiknya adalah kesombongan, pamer akan kelebihan materinya, rasa tidak welas asih terhadap sesama, dan masih banyak seabrek perbuatan yang tidak menyenangkan yang seharusnya tidak pernah terjadi di tempat ini. Aku bukan merasa yang terbaik dari semuanya, aku hanyalah segelintir harapan yang terinjak-injak oleh kenyataan yang mengenaskan, di mana aku harus berjuang seorang diri di tempat ini. Namun, aku yakinkan semuanya akan segera berlalu, semuanya akan segera berakhir dan esok atau kapan, secepatnya aku pasti keluar dari tempat ini, dengan cara yang baik yang telah Alloh tentukan untukku, untuk hidupku, untuk kebahagiaan dunia akhiratku. Ini adalah kisah yang hilang, hilang ditelan oleh karakter-karakter manusia yang tak berhati nurani, yang hanya mengejar kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

 

Di sudut kota berhawa dingin

Seorang yang ingin belajar menjadi manusia yang lebih baik

9 April 2011

Part 2 in ” Ternyata Ikhlas itu…..”

Selepas aku mengenakan baju kebesaranku, saat bulan Pebruari 2007 yang lalu…

Ah betapa senangnya hatiku saat itu. Aku lulus dari sebuah Perguruan Tinggi Negeri dengan nilai nyaris sempurna. Ditambah lagi minggu depan aku akan berubah status manjadi seorang wanita yang akan setia mendampingi seorang laki-laki bernama suami, karena sebulan yang lalu mas Zuhair melamarku. Mas Zuhair adalah lelaki yang sangat baik.

Aku hanya mampu mengucap rasa syukur padaMu ya Karim…

Terima kasih pula karena Engkau telah memberikan kesempatan bagiku untuk mengamalkan ilmuku dengan diterimanya aku sebagai seorang konsultan di sebuah Yayasan Swasta terkemuka di Kota Solo…

Terima kasih Ya Robb….

Di tengah perjalanan hidupku telah Engkau hadirkan kejutan-kejutan yang luar biasa….aku harap ini akan terus menjadi kejutan indah dalam hidupku….

dan di awal Bulan Maret aku resmi melepas masa lajangku….

Ya..aku telah menikah dengan seorang laki-laki yang terbaik yang Alloh pilihkan untukku.

Sekali lagi…terima kasih ya Alloh.

Terima kasih mas Zuhair….

To be continued……

Ternyata ikhlas itu…

Salah satu tabir yang menutupi hati kita untuk mampu merasakan getaran cahaya Petunjuk Tuhan adalah ketidakikhlasan. Sebaliknya, bila kita mampu untuk ikhlas berarti terbukalah salah satu hijab dan kemudian insyaallah kita mampu untuk merasakan getaran petunjuk cahaya Keikhlasan-Nya juga. Keuntungan ikhlas yang lain sebagai hadiah dari-Nya jelas banyak. Salah satunya adalah mampu meraba iradat-Nya.

 

Ini mungkin jalan hidupku….

Keikhlasan memang tidaklah semudah yang diucapkan oleh lisan. Aku ingat dengan benar saat di mana aku kehilangan seseorang yang aku cintai, seseorang yang harusnya kujadikan cermin atas diriku, seseorang yang harusnya aku jadikan tumpuan bakti dan rasa sayangku padanya, dengan segenap jiwa dan ragaku. Ah…..hilang? memangnya aku pernah memiliki sesuatu? tidak? dia bukan milikku, tapi milikNya yang telah dipertemukan denganku karena ketentuan dan kuasaNya. Sesak sekali rasanya dadaku ini, seakan seluruh hidupku tak berarah, lingkaran kekecewaan dan kegelisahan mendekap erat hidupku, sesak dan kurasakan hampir sepanjang hari mataku memerah berair, perih sekali……tidak mudah ya Alloh…takdir yang Engkau timpakan atas diriku…pernikahan yang kuharapkan indah justru menjadi bomerang dalam hidupku.

4 tahun sudah hatiku tenggelam dalam arus kebimbangan. Rasa takut yang luar biasa….jika aku boleh bertanya padaMu, mengapa harus aku ya Karim? mengapa harus mas Zuhair yang engkau ambil dariku? dan lebih parahnya Engkau buat kerabatnya menjauh dariku karena mereka menganggap aku sebagai sumber petaka bagi keluarga mereka…akulah yang harus bertanggung jawab atas kematian mas Zuhair….

Adilkah ini bagiku?

adil menurut definisi siapa?

di langit senja aku sering bertanya, apa yang terjai dengan diriku….

kuawali ini dengan menuliskan kisahku di sini….

ini adalah kisahku,,,

dan aku bernama Tsabita Umaira Khanza…

part 1

to be continued……

Untukmu yang tak pernah lekang di jiwaku….

Wahai Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,
jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal alamin.

dari blog seorang teman,aku membaca puisi ini.. aku tak tahu seberapa berartikah ini bagi yang lain,  tapi yang pasti, bagiku begitu bermakna..

suamiku, dalam helaan nafas dan doa aku telah jatuh cinta padamu. seorang laki-laki terbaik yang Allah pilihkan untukku. namun aku cuma seorang wanita biasa. ada kalanya aku bisa membuatmu marah, ada kalanya aku tak sempat berdandan rapi di depanmu, dan ada kalanya aku tiba-tiba menjadi sosok yang mungkin  membosankan bagimu. namun, ijinkanlah aku selalu berbakti padamu. membersihkan debu yang menempel di bajumu, menghapuis keringat yang melekat di dahimu, atau mengambikan sepiring nasi dengan lauk seadanya untukmu.

aku hanya ingin terus belajar menjadi isteri yang berkualitas bagi mu dan bagi rumah kita.. rumah yang kita beri nama rumah cahaya, tempat fahri kecil bermain dan mengenalNya.. semoga rumah itu selalu menjadi cahaya bagi kita semua..amiin Allah..

suamiku, aku tahu, engkau bukanlah seorang Rasulullah karena ku juga menyadari  aku juga bukan seorang khadijah atau aisyah.. engkau juga bukan ali bin abu thalib karena aku juga sangat menyadari aku bukanlah seorang fatimah.. kamu dan aku hanyalah sepasang pelakon episode hidup di akhir zaman.. yang perlu ekstra keras untuk bisa mengenalNya…namun, kadang mungkin kita terlalu lalai, hingga lupa akan makna sebuah penghambaan..

dan dari hati yang paling dalam ini, sungguh aku sangat berterimakasih atas dukungan dan motivasi mu untukku bisa terus belajar dan belajar.. moga aku juga bisa menjadi madrasah seperti yang digambarkan rasulullah bagi malaikat-malaikat kecil  kita..sungguh semakin belajar, semakin aku tahu aku begitu kerdil dan lemah… wakaffa billahi wakiila

Oest : Dalam Refleksi diri…

Belajar dari Hewan Sebagai Refleksi Akhir Tahun

Perjalanan hidup yang panjang ini tiap tahunnya memerlukan perubahan demi perubahan yang terkadang tak pernah terpikirkan oleh kita sebagai makhluk yang menggagas adanya perubahan itu. Pergantian tahun merupakan suatu tanda adanya kemajuan dan kemunduran sesuatu yang kita raih. Banyak hal yang perlu kita gali dari derasnya perubahan zaman yang berlalu di depan mata. Ada nilai positif dan negatifnya yang kerap mewarnai perjalanan panjang hidup kita yang harus kita ambil sebagai ibrah untuk menatap masa depan lebih bermakna.
Masih terngiang-ngiang di benak kita betapa dahsyatnya fenomena alam yang mengguncang dunia Desember tahun lalu. Kejahatan demi kejahatan mengukir angkasa dan menghujam bumi meninggalkan luka yang dalam bagi kita dan generasi mendatang. Sebut saja kejahatan terorisme, premanisme, seksual, korup, perdagangan bayi, menghalalkan segalan cara, dan masih banyak lagi. Lukisan-lukisan dengan tindasan merah menyala itu seakan menghakimi diri kita sendiri yang tengah menatapnya. Kita tidak pernah berbuat demikian tetapi kita turut merasakan dampak yang ditimbulkannya. Kita tidak pernah memikirkan dan membayangkan suatu terjadi karena ulah kita sendiri. Fenomena itu datang begitu cepat. Namun, pernahkah kita berkaca bahwa sesuatu itu ada berasap karena adanya api ?
Ingat, ketahuilah, dan sadarilah sedalam-dalamnya bahwa Allah tidak akan menguji suatu umat jika tak ada sebabnya. Alllah tidak akan menunjukkan kekuasaan-Nya jika Allah tidak menghendakinya demikian. Namun terkadang kita lupa terhadap apa yang telah diperbuat. Kita baru menyadarinya itu setelah semuanya terjadi. Kita baru tergugah hati mengulurkan tangan dan bantuan saat musibah itu datang menghadang. Mengapa bisa demikian ? Sebab kita tidak pernah bertanya pada diri sendiri mengapa orang lain bisa mengapa aku tidak, seandainya ini yang kulakukan apa yang terjadi kemudian, apa untung ruginya, dan sebagainya.
Sebagai bahan renungan bagi kita bahwa fenomena alam dan kekisruhan yang mencuat ke permukaan sampai merenggut nyawa dan banyak perhatian adalah kita penyebab utamanya. Untuk menghilangkan duka dan pelajaran mahal itu Allah sendiri yang mengibaratkannya dengan beberapa hewan ciptaan-Nya untuk kita cermati. Di antara hewan itu adalah merak, bebek, ayam, dan lebah.
Kita pun harus menyadari bahwa merak adalah burung yang amat cantik dan terindah di antara burung yang lain. Tak satu pun burung lain yang mampu mengalahkan keindahannya. Baik warna dan bentuk tubuhnya. Ini semua melukiskan tentang merak yang kerap bertingkah laku penuh dengan tipu daya, kemunafikan, kesombongan, kepongahan, keserakahan, dan yang selalu menganggap lainnya itu lebih rendah dan hina daripadanya.
Dengan bulunya yang indah, merak berkuasa untuk bertindak arogansi ,mementingkan dan membanggakan diri sendiri, menampilkan egoisme secara berlebihan, tanpa pernah memikirkan akibat yang ditimbulkan oleh tingkahnya itu. Terkadang juga, dengan sikapnya yang rada aneh itu, merak bebas leluasa bertindak, sebab yang dihadapinya adalah makhluk kecil yang tak bernyali dan bertaji. Namun di balik itu semua, merak tidak pernah memikirkan dari mana warna tubuhnya yang indah itu berasal. Dia berpikir hal itu bisa saja terjadi dengan sendirinya.
Kita juga harus belajar bagaimana seekor bebek itu hidup dan mengembangkan keturunannya. Bebek merupakan makhluk yang berparuh besar, panjang, dan lebar. Dengan paruhnya itu dia mampu berkelana sebebas mungkin tanpa harus berpikir lebih dahulu untung ruginya suatu pekerjaan yang dilakoninya. Mulutnya yang besar kerap kali menampilkan kebiasaan buruknya. Si bebek terus berkoar panjang lebar membicarakan saudaranya yang lain. Dia tidak akan pernah berhenti manakala mututnya belum terisi makanan lezat.
Dalam melakoni hidup ini bebek .senantiasa mencari makannya ke mana dia suka. Nyosor sana nyosor sini. Dengan paruhnya yang panjang, bebek mampu menembus genangan air yang sangat keruh walaupun banyak rintangan yang dibentengi dengan benteng yang kokoh. Bebek akan melibas semuanya. Yang besar, kecil, bahkan yang bukan menjadi haknya sendiri. Dia akan melakukan dengan segala cara yang menurutnya bisa mendapatkan keuntungan dan makanan yang sangat lezat. Baik itu di tempat basah, maupun di tempat yang kering sekalipun. Bebek akan gembira menyantapnya. Yang baik ataukah tidak sudah tidak dihiraukannya lagi. Yang penting perutnya terisi penuh. Nggak kelaparan dan bisa selamat dari maut. Bebek tidak akan pernah memperdulikan tetangga bahkan saudara kandungnya sendiri meskipun itu dalam keadaan sakit atau merana sekalipun.
Lain halnya dengan ayam jantan. Makhluk yang satu ini kerap pula berubah wajah dan prilaku. Si jantan dapat menjelma jadi manusia topeng yang aneh. Dialah makhluk bertopeng yang memiliki sejuta wajah. Terkadang ia baik, lain hari bisa berbuat nekad. Jika sedang baik, makanan kan dibaginya sama rata. Bahkan ia merelakan tidak makan. Buah hatinya akan dilindunginya setengah mati. Makhluk seperti ini akan mempertaruhkan raganya demi cinta dan kasihnya. Ayam jantan akan bekerja sekuat tenaga. Suaranya yang keras dan lantang mampu mengejutkan seluruh isi bumi. Gara-gara dia, semua bisa terjaga dari mimpi panjang.
Jika kenekadan si ayam jantan mencuat, semua akan dihajarnya habis-habisan dengan nafsu bejadnya yang luar biasa. Dia akan menantang lawan dengan caranya sendiri, merusak, dan menghancurkan segala penghalang di depannya dengan cara kasar dan tak berperasaan. Dia akan libas semuanya. Apakah yang kecil atau anak kandungnya sendiri, tua, maupun muda akan dilalapnya, dibuainya dengan mengumbar janji palsu dengan imbalan yang banyak, dan dia nggak takut walau dengan raja sekalipun. Hukuman baginya merupakan suatu hal yang dianggap kecil, sepele, dan tidak berarti.

Hal itu tentu bertolak belakang dan berbeda jauh dengan lebah. Dialah makhluk yang amat bersih cara hidupnya. Dia nggak mau berbuat curang, dia tidak serakah, tidak egois, dan amat mencintai sesama makhluk walau berbeda ras. Tempat makannya pun tidak sembarangan. Bukan dari periuk emas atau permata. Tidak, hanya dengan tempat sederhana, tempat yang bersih dan jauh dari kotoran najis.
Lebah tidak pula suka menggoda atau mengganggu ketentraman tetangganya. Karena itu merupakan suatu hal yang amat dilarang dalam lingkungan kerajaannya. Makhluk ini begitu patuh dan taat pada titah rajanya. Ia menerima apa adanya. Tidak banyak meminta, malahan lebih banyak memberi. Tidak pernah membantah apalagi menyakiti Pekerjaan dilakukannya dengan penuh kesabaran dan percaya diri, selesai tepat waktu, dan tidak pernah molor. Mereka senang berkumpul dan membagi rezeki.
Bila kita cermati benar prilaku binatang atau hewan tersebut, tentu kita akan bertanya pada diri sendiri, perilaku yang mana ada pada kita saat ini. Menghadapi tahun mendatang, kita dapat mengubah peradaban yang tak sesuai dengan harkat dan diri kita , jangan lagi kita saling menyalahkan, mengkambinghitamkan, membalikkan fakta, dan merasa kita yang paling benar, merasa kita yang paling bersih. Sekali-kali tidaklah demikian, tetapi mari kita isi dengan sesuatu yang penuh makna, melahirkan kasih sayang satu dengan lainnya, menumbuhkan sikap mempercayai dan menghargai sebagaimana Allah telah mengajarkan umat-Nya terdahulu.

31 Mei, Belajar dari Binatang” Hem….

Mari kita mundur lebih jauh, dan lihatlah. Tuhan pun menyuruh Ayub untuk belajar dari hewan. Mengapa harus lewat hewan? Karena kita bisa belajar dari sifat, kebiasaan dan cara hidup jutaan jenis hewan di dunia. Lihatlah etos kerja semut, yang selalu bekerja tanpa henti, mampu mengatasi berat yang jauh melebihi berat tubuhnya, dan selalu mampu bekerja sama. Salomo pun menulis: “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” (Amsal 6:6). Rajawali merupakan burung yang kuat, mampu menembus badai, kepak sayapnya begitu kuat untuk menembus angin hingga bisa melayang-layang di langit tinggi. Alkitab pun berulangkali memakai gambaran rajawali dalam berbagai hal, salah satunya bisa kita lihat pada Ulangan 19:4. Domba menggambarkan kebergantungan penuh pada gembalanya, sampai Yesus sendiri pun digambarkan sebagai Anak Domba Allah. Karakter singa, kambing, ular, keledai, dan banyak lagi binatang bisa kita jumpai dalam alkitab. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita bisa belajar banyak hal dari hewan. Perilaku ikan, burung-burung, dan lainnya, baik dari apa yang kita lihat maupun dari berbagai acara televisi yang menggambarkan kehidupan hewan, kita tetap bisa memetik pelajaran. Artinya, baik lewat karakter,kebiasaan dan cara hidup hewan yang kita lihat sehari-hari, maupun lewat gambaran yang kita dapati dalam alkitab, kita bisa belajar banyak dari semua itu.

Allah bisa memakai apapun untuk menyatakan kemuliaanNya, Allah bisa memakai apapun untuk mengajarkan kita, semua yang Dia ciptakan tidak ada yang sifatnya kebetulan dan semua ada dalam rencanaNya untuk mendatangkan kebaikan. Meskipun Dia tidak terlihat dengan mata, tidak berbicara pada kita seperti obrolan kita dengan sesama manusia, Tuhan ada dalam setiap sisi kehidupan kita dan selalu berbicara, mengingatkan serta mengajarkan kita untuk hidup benar, hidup kudus, hidup setia sesuai kehendakNya.

ULTAH SASA

Si Cantik yang satu ini pengin ngerayain ultahnya yang ke 13 tahun di star steak….alhamdulillah….kalau rezeki itu gak akan lari kemana…he…he….
Insya Alloh semuanya akan datang sayang…..

Tak akan kubiarkan diriku sakit…

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan
untuk membuat kamu bahagia, cukup
cubaan untuk membuat kamu kuat, cukup
penderitaan untuk membuat kamu menjadi
manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan
untuk membuat kamu positif terhadap kehidupan.

Sangat luar biasa ketika saya mencermati penggalan kalimat inspiratif tersebut dan benar ketika saya merasakan memang kehidupan yang kita jalani tak akan menjadi semudah yang kita bayangkan. Ambil contoh nyata yang mungkin sering dialami ditempat kerja. Ketika kita bisa menujukkan prestasi kerja kita mungkin ada saja orang yang tidak suka. Dan dengan cara apapun dia akan melakukan sesuatu yang membuat kita sakit dan jengkel.

Manusiawi memang hal seperti itu terjadi. Di manapun kita berada pastinya kita akan dihadapkan dengan sesuatu yang sering tidak sesuai dengan keinginan kita. Tapi alangkah bijaknya ketika kita selalu berpikir positif dalam menghadapi situasi yang tidak kehendaki. Katakan buat apa sih kita susah-susah mengurusi orang yang tidak suka dengan prestasi kerja kita. Justru kita harusnya kasihan, karena sejatinya dia sakit.

Kehidupan itu ibarat proses untuk belajar. Belajar menempa kesabaran dan belajar melakukan yang terbaik dan belajar untuk terus menebar benih-benih kebaikan di sepanjang jalan kehidupan yang masih panjang terbentang. Memang tidak mudah untuk melakukan hal tersebut, akan tetapi alangkah lebih baiknya jika kita senantiasa berusaha melakukan hal yang baik dan positif ketimbang berfikir atau melakkan hal yang negativ.

Alloh telah membuka jalan kebaikan untuk manusia. Di manapun tempatnya jalan kebaikan akan senantiasa mendapatkan kemudahan. Seperti janji Alloh pula bahwa orang yang senantiasa berbuat baik akan mendapatkan kebaikan pula dan begitu pula sebaliknya. Satu hal yang perlu diingat bahwa Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil.

Ya…selamat mencoba untuk merajut jalan kehidupan yang lebih bermanfaat.

Amin

Pembasmi si sirik….

Selama menduduki posisi atau jabatan tertentu, ada saja teman yang tak suka dan iri kepada Anda. “Musuh-musuh” ini kerap membuat Anda berada dalam situasi tak mengenakkan.

Bahkan bisa jadi mereka menyepelekan prestasi Anda, bahkan tega menyusun siasat untuk menjatuhkan Anda. Singkat kata, teman-teman yang iri hati bisa menjadi musuh yang menghambat kemajuan karier Anda.

Rekan sekerja yang sangat iri hati dapat dengan mudah dikenali karena dia akan selalu berkompetisi dengan Anda dalam segala hal. Sedangkan musuh dalam selimut akan menunggu kesempatan untuk membeberkan kejelekan, kegagalan ataupun kesalahan yang Anda lakukan dan musuh tipe ini merupakan musuh yang paling berbahaya.

Ada dua cara dasar berhadapan dengan rekan sekerja yang iri hati, yaitu:
1) Jinakkan perasaan iri hati mereka, atau
2) Memberikan perlawanan terhadap usaha mereka
Sebelum memutuskan cara mana yang akan ditempuh, jawablah beberapa pertanyaan ini. Apakah perilaku Anda yang mereka salahkan? Apakah Anda melakukan sesuatu yang membuat mereka iri hati? Apakah Anda meremehkan rekan sekerja? Apakah Anda menyombongkan keberhasilan Anda?

Pertanyaan-pertanyaan di atas harus Anda tanyakan kepada diri sendiri bila Anda tidak ingin membuat orang lain membenci Anda. Bila Anda menyadari kekurangan Anda, usahakan untuk mengubahnya. Bersikaplah baik dan rendah hati. Bangun rasa percaya diri rekan sekerja Anda dengan menceritakan pengalaman atas keberhasilan yang Anda capai dan ajarkan rekan sekerja cara mencapai suatu keberhasilan.

1. Menjinakkan perasaan iri hati rekan sekerja
Bila dulu Anda bersikap arogan, ubah sikap ini dan coba berdamai dengan musuh-musuh Anda. Perlihatkan perubahan yang tulus. Demi karier, reputasi, dan kesehatan jiwa Anda, hindari pertengkaran atau perasaan yang tidak sehat di lingkungan kerja. Bila Anda melakukannya karena takut terhadap apa yang akan dilakukan oleh rekan sekerja Anda terhadap karier Anda, hal ini dapat langsung mereka kenali. Coba lakukan perubahan dengan tulus karena hal ini merupakan sikap yang profesional.

Berperilaku baik agar rekan sekerja menghargai Anda. Apakah Anda selalu ingin menang? Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Percayalah, setiap orang dapat melakukannya. Berikut langkah yang bisa dilakukan:

- Utamakan tim
Jadilah orang yang selalu mengutamakan tim kerja ataupun anak buah. Tidak ada yang lebih penting daripada memberikan dukungan kepada orang-orang di sekitar Anda. Mencoba menjauhkan diri dari rekan yang iri hati justru akan membuatnya semakin iri dan membenci Anda.

- Mencegah perasaan iri hati
Bila Anda dapat mengenali rekan sekerja atau bawahan yang tidak puas dan dapat merasakan bahwa kemungkinan dia akan membenci Anda, Anda dapat mencegah perasaan iri hatinya. Sekali-sekali berikan pujian. Bersikap rendah hati serta kenali perasaan iri hatinya dan antisipasi.

- Luangkan waktu
Sempatkan diri Anda untuk memberikan selamat kepada rekan sekerja atas keberhasilan yang mereka capai. Anda sendiri harus berusaha untuk tidak iri hati karena perasaan iri hati sangat mudah terlihat oleh orang lain. Bila Anda memiliki perasaan iri hati atau memperlihatkan perilaku yang negatif, Anda akan mendapatkan respons yang serupa.

2. Melakukan perlawanan
Bila Anda tidak sanggup menjinakkan perasaan iri hati dari rekan sekerja, Anda harus melakukan sesuatu demi reputasi Anda. Bila Anda difitnah, Anda harus dapat membuktikan bahwa apa yang dikatakan orang mengenai diri Anda tidak betul. Jangan balas fitnahan dengan fitnahan, karena hal ini hanya memperburuk keadaan. Jangan berhenti memberikan pujian kepada rekan sekerja atas prestasinya, selalu tersenyum dan bersemangat, kerja keras dan hindari gosip dan bergosip.

- Dukungan dari pimpinan
Salah satu yang harus dilakukan bila Anda akan membela diri Anda adalah mencari dukungan pimpinan karena hal ini dapat membuat rekan sekerja yang iri hati kepada Anda menjadi segan dan tidak berani menciptakan masalah.

- Jangan bersikap lemah dan rapuh.
Bicarakan permasalahan yang Anda hadapi dengan atasan Anda di ruang tertutup dengan cara yang resmi. Utarakan kekhawatiran Anda dan selalu sampaikan setiap kemajuan yang Anda rasakan.

- Catat setiap perselisihan
Catat setiap masalah yang terjadi antara Anda dan rekan sekerja yang iri hati untuk menjadi bukti bila diperlukan. Usahakan untuk bersikap profesional. Jangan terpengaruh jika dia bersikap kasar. Kendalikan diri Anda. Bila Anda terpancing melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji maka hal ini akan merugikan karier Anda.

- Beri kesempatan kepada mereka untuk mundur
Hindari sikap mengancam ataupun sikap yang membuat musuh Anda tak berdaya. Anda perlu ingat bahwa Anda mencoba menghindari pertengkaran besar oleh karena itu beri kesempatan kepada musuh Anda untuk mundur. Beri kelonggaran agar hubungan Anda tetap baik. Bila tiba-tiba musuh Anda bersikap manis dan ramah, Anda tidak perlu curiga. Mungkin dia berusaha untuk minta maaf dengan caranya tanpa mengorbankan harga dirinya. Sebaiknya Anda terima usahanya tersebut agar perselisihan Anda tidak meruncing.

Berhadapan dengan rekan sekerja yang iri hati sering membuat Anda berada dalam situasi yang sulit untuk dihindari. Berusahalah untuk menjadi pemain tim yang baik dan kurangi perasaan iri hati mereka sebelum timbul masalah. Antisipasi segala sesuatu yang bersifat negatif sedini mungkin.



Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.